![]() |
| Sel darah merah manusia |
Sel Darah Merah
Sel darah merah atau yang juga disebut sebagai eritrosit berasal dari Bahasa Yunani, yaitu erythros berarti merah dan kytos yang berarti selubung/ sel).
Sel darah merah, eritrosit (bahasa Inggris: red blood cell (RBC), erythrocyte) adalah jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh lewat darah.
Bagian dalam eritrosit terdiri dari hemoglobin, sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen. Fungsi hemoglobin adalah mengambil oksigen dari paru-paru, dan oksigen akan dilepaskan saat eritrosit melewati pembuluh kapiler. Warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya adalah zat besi.
Pada manusia, sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf. Di dalam sel darah merah tidak terdapat nukleus. Sel darah merah sendiri aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan...!!
Bagian dalam eritrosit terdiri dari hemoglobin, sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen. Fungsi hemoglobin adalah mengambil oksigen dari paru-paru, dan oksigen akan dilepaskan saat eritrosit melewati pembuluh kapiler. Warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya adalah zat besi.
Pada manusia, sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf. Di dalam sel darah merah tidak terdapat nukleus. Sel darah merah sendiri aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan...!!
Eritrosit Pada Manusia
Kepingan eritrosit manusia memiliki diameter sekitar 6-8 μm dan ketebalan 2 μm, lebih kecil daripada sel-sel lainnya yang terdapat pada tubuh manusia. Eritrosit normal memiliki volume sekitar 9 fL (9 femtoliter) Sekitar sepertiga dari volume diisi oleh hemoglobin, total dari 270 juta molekul hemoglobin, dimana setiap molekul membawa 4 gugus heme.
Orang dewasa memiliki 2–3 × 1013 eritrosit setiap waktu (wanita memiliki 4-5 juta eritrosit per mikroliter darah dan pria memiliki 5-6 juta. Sedangkan orang yang tinggal di dataran tinggi yang memiliki kadar oksigen yang rendah maka cenderung untuk memiliki sel darah merah yang lebih banyak). Eritrosit terkandung di darah dalam jumlah yang tinggi dibandingkan dengan partikel darah yang lain, seperti misalnya sel darah putih yang hanya memiliki sekitar 4000-11000 sel darah putih dan platelet yang hanya memiliki 150000-400000 di setiap mikroliter dalam darah manusia.
Pada manusia, hemoglobin dalam sel darah merah mempunyai peran untuk mengantarkan lebih dari 98% oksigen ke seluruh tubuh, sedangkan sisanya terlarut dalam plasma darah.
Eritrosit dalam tubuh manusia menyimpan sekitar 2.5 gram besi, mewakili sekitar 65% kandungan besi di dalam tubuh manusia.
Kepingan eritrosit manusia memiliki diameter sekitar 6-8 μm dan ketebalan 2 μm, lebih kecil daripada sel-sel lainnya yang terdapat pada tubuh manusia. Eritrosit normal memiliki volume sekitar 9 fL (9 femtoliter) Sekitar sepertiga dari volume diisi oleh hemoglobin, total dari 270 juta molekul hemoglobin, dimana setiap molekul membawa 4 gugus heme.
Orang dewasa memiliki 2–3 × 1013 eritrosit setiap waktu (wanita memiliki 4-5 juta eritrosit per mikroliter darah dan pria memiliki 5-6 juta. Sedangkan orang yang tinggal di dataran tinggi yang memiliki kadar oksigen yang rendah maka cenderung untuk memiliki sel darah merah yang lebih banyak). Eritrosit terkandung di darah dalam jumlah yang tinggi dibandingkan dengan partikel darah yang lain, seperti misalnya sel darah putih yang hanya memiliki sekitar 4000-11000 sel darah putih dan platelet yang hanya memiliki 150000-400000 di setiap mikroliter dalam darah manusia.
Pada manusia, hemoglobin dalam sel darah merah mempunyai peran untuk mengantarkan lebih dari 98% oksigen ke seluruh tubuh, sedangkan sisanya terlarut dalam plasma darah.
Eritrosit dalam tubuh manusia menyimpan sekitar 2.5 gram besi, mewakili sekitar 65% kandungan besi di dalam tubuh manusia.
Fungsi sel darah merah :
- Mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.
- Sel darah merah berfungsi dalam penentuan golongan darah.
- Selain itu, sel darah merah juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh.
- Melebarkan pembuluh darah dan melancarkan arus darah supaya darah menuju ke daerah tubuh yang kekurangan oksigen.
Bahaya darah pada Jasmani :
- Penyumbatan pembulu darah berakibat kebas/ kesemutan, Jerawat, Bisul, Penyakit Kulit, HIPERTENSI (darah tinggi), Sakit Kepala, hingga STROKE, dll.
- Disfungsi Organ berakibat seperti Gagal GINJAL, JANTUNG koroner, LIVER, MATA +/-, DIABETES (Kencing Manis), Lemah VITALITAS/ daya tahan tubuh, OSTEOPOROSIS, KOLESTEROL, ASAM URAT, dll.
- Media bersarang bibit penyakit : VIRUS, AIDS/ HIV, TBC, TUMOR, KANKER, dll.
BAhaya darah pada RUHANI :
- Media bersarangnya SYAITHON dan JIN.
- Lemah IMAN, Malas IBADAH, sulit KHUSYU.
- Mudah Was-was, STRESS, DEPRESI, GELISAH.
- Penghayal, sering tergesa-gesa, mudah kena guna-guna/ santet/ sihir.
Setelah kita mengetahui betapa bahayanya/ dampak negatif yang disebabkan oleh darah kotor itu bagi JASMANI dan juga RUHANI kita... lalu bagaimana cara mengatasi masalah daarah kotor yang bersarang di tubuh kita tersebut...??!!
Bagi kaum Wanita ada bantuan secara alami dari Allah SWT, yakni... setiap bulannya mereka mempunyai satu siklus pembuangan darah kotor melalui proses Menstruasi.
Sedang kan pada Pria tidak ada siklus seperti itu. lantas apa yang harus dilakukan oleh para Pria untuk mengatasi masalah darah kotor ini...??!!
Jawababnya adalah... melakukan Detoksifikasi dengan sarana BEKAM...!!
Sumber : Wikipedia & berbagai sumber


0 komentar:
Posting Komentar