Hijamah/ Bekam/ Kop/ Chantuk/ Cupping/ Blood Letting dan banyak istilah lainnya sudah dikenal sejak zaman dulu.
Disebutkan oleh Curtis N, J (2005), dalam artikel Management of Urinary tract Infections: historical perspective and current strategies: Part 1-before antibiotics. Journal of Urology. 173(1):21-26, January 2005 : "Bahwa catatan Textbook Kedokteran tertua Ebers Papyrus yang ditulis sekitar tahun 1550 SM di Mesir kuno menyebutkan masalah Hijamah/ Bekam".
Hijamah/ Bekam merupakan praktek terapi yang sangat kuno namun universal yang membentang dari Timur dan Barat. Dalam praktek perdukunan primitif di jaman kuno, ada dukun tertentu yang khusus menangani pengobatan dengan mengisap darah pasiennya untuk mengeluarkan penyakit dari dalam tubuh pasiennya.
Orang-orang Mesir kuno melewati seni bekam ke Yunani kuno. Dari Yunani kuno dan Roma, melalui Aleksandria dan Bizantium, terapi bekam telah disampaikan kepada orang-orang Arab dan Persia Muslim. Nabi Muhammad SAW bahkan saksi pengguna bekam... Pada zaman Rasulullah, beliau menggunakan kaca berupa cawan atau mangkuk tinggi. Bekam sekarang merupakan modalitas terapi yang penting dan populer di Kedokteran.
Di Timur, orang Cina telah mempraktekkan seni bekam selama setidaknya 3000 tahun SM. Dan pada zaman China kuno mereka menyebut hijamah sebagai “perawatan tanduk” karena tanduk menggantikan kaca. Seorang herbalis Ge Hong (281-341 M) dalam bukunya A Handbook of Prescriptions for Emergencies menggunakan tanduk hewan untuk membekam/ mengeluarkan bisul yang disebut tehnik “jiaofa”. Sedangkan di masa Dinasti Tang, bekam dipakai untuk mengobati TBC paru-paru.
Herodotus, seorang sejarawan Yunani terkenal dan dokter, menulis tentang Hijamah/ Bekam pada 413 SM, Hippocrates (460-377 SM), Celsus (53 SM-7 M), Aulus Cornelius Galen (200-300 M) memopulerkan cara pembuangan secara langsung dari pembuluh darah untuk pengobatan di zamannya. Hippocrates, yang dikenal sebagai bapak kedokteran dan Galen adalah pendukung setia dan pengguna terapi bekam. Galen pernah mengutuk Erasistratus, seorang dokter di Alexandria, karena tidak menggunakan cupping.
Dalam melakukan tehnik pengobatan tersebut, jumlah darah yang keluar cukup banyak, sehingga tidak jarang pasien pingsan. Cara ini juga sering digunakan oleh orang Romawi, Yunani, Byzantium dan Itali oleh para rahib yang meyakini akan keberhasilan dan khasiatnya.
Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah), orang-orang di Eropa menggunakan Lintah sebagai alat untuk hijamah/ Bekam (yang dikenal dengan istilah Leech Therapy) dan masih dipraktekkan sampai dengan sekarang.
Pada satu masa diimpor 40 juta lintah ke negara Perancis untuk tujuan Hijamah (Leech Therapy). Lintah-lintah tersebut dilaparkan/ tanpa diberi makan terlebih dahulu. Jadi bila disangkutkan/ ditempelkan pada tubuh manusia, maka... dia akan terus menghisap darah tadi dengan efektif. Setelah kenyang, ia tidak berupaya lagi untuk bergerak dan terus jatuh lantas mengakhiri upacara hijamahnya.
Di Barat seorang Ahli Bedah Charles Kennedy menulis tentang Hijamah/ Bekam pada tahun 1826... Hijamah/ bekam tetap menjadi bagian penting dari obat-obatan dan terapi, baik konvensional, alternatif, dan pengobatan yang berbasis rakyat, sampai awal 20 century.
Kini pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif.
Disebutkan oleh Curtis N, J (2005), dalam artikel Management of Urinary tract Infections: historical perspective and current strategies: Part 1-before antibiotics. Journal of Urology. 173(1):21-26, January 2005 : "Bahwa catatan Textbook Kedokteran tertua Ebers Papyrus yang ditulis sekitar tahun 1550 SM di Mesir kuno menyebutkan masalah Hijamah/ Bekam".
Hijamah/ Bekam merupakan praktek terapi yang sangat kuno namun universal yang membentang dari Timur dan Barat. Dalam praktek perdukunan primitif di jaman kuno, ada dukun tertentu yang khusus menangani pengobatan dengan mengisap darah pasiennya untuk mengeluarkan penyakit dari dalam tubuh pasiennya.
Orang-orang Mesir kuno melewati seni bekam ke Yunani kuno. Dari Yunani kuno dan Roma, melalui Aleksandria dan Bizantium, terapi bekam telah disampaikan kepada orang-orang Arab dan Persia Muslim. Nabi Muhammad SAW bahkan saksi pengguna bekam... Pada zaman Rasulullah, beliau menggunakan kaca berupa cawan atau mangkuk tinggi. Bekam sekarang merupakan modalitas terapi yang penting dan populer di Kedokteran.
Di Timur, orang Cina telah mempraktekkan seni bekam selama setidaknya 3000 tahun SM. Dan pada zaman China kuno mereka menyebut hijamah sebagai “perawatan tanduk” karena tanduk menggantikan kaca. Seorang herbalis Ge Hong (281-341 M) dalam bukunya A Handbook of Prescriptions for Emergencies menggunakan tanduk hewan untuk membekam/ mengeluarkan bisul yang disebut tehnik “jiaofa”. Sedangkan di masa Dinasti Tang, bekam dipakai untuk mengobati TBC paru-paru.
Herodotus, seorang sejarawan Yunani terkenal dan dokter, menulis tentang Hijamah/ Bekam pada 413 SM, Hippocrates (460-377 SM), Celsus (53 SM-7 M), Aulus Cornelius Galen (200-300 M) memopulerkan cara pembuangan secara langsung dari pembuluh darah untuk pengobatan di zamannya. Hippocrates, yang dikenal sebagai bapak kedokteran dan Galen adalah pendukung setia dan pengguna terapi bekam. Galen pernah mengutuk Erasistratus, seorang dokter di Alexandria, karena tidak menggunakan cupping.
Dalam melakukan tehnik pengobatan tersebut, jumlah darah yang keluar cukup banyak, sehingga tidak jarang pasien pingsan. Cara ini juga sering digunakan oleh orang Romawi, Yunani, Byzantium dan Itali oleh para rahib yang meyakini akan keberhasilan dan khasiatnya.
Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah), orang-orang di Eropa menggunakan Lintah sebagai alat untuk hijamah/ Bekam (yang dikenal dengan istilah Leech Therapy) dan masih dipraktekkan sampai dengan sekarang.
Pada satu masa diimpor 40 juta lintah ke negara Perancis untuk tujuan Hijamah (Leech Therapy). Lintah-lintah tersebut dilaparkan/ tanpa diberi makan terlebih dahulu. Jadi bila disangkutkan/ ditempelkan pada tubuh manusia, maka... dia akan terus menghisap darah tadi dengan efektif. Setelah kenyang, ia tidak berupaya lagi untuk bergerak dan terus jatuh lantas mengakhiri upacara hijamahnya.
Di Barat seorang Ahli Bedah Charles Kennedy menulis tentang Hijamah/ Bekam pada tahun 1826... Hijamah/ bekam tetap menjadi bagian penting dari obat-obatan dan terapi, baik konvensional, alternatif, dan pengobatan yang berbasis rakyat, sampai awal 20 century.
Kini pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif.
Sumber : dari berbagai sumber


0 komentar:
Posting Komentar